Langsung ke konten utama

Dilema Pendidikan Bertaraf Internasional

Sempat beberapa waktu yang lalu populer terdengar masalah pendidikan bertaraf internasional. Hingga sekarang gejala penerapan terhadap kurikulum dengan pendekatan berbasis bahasa inggris sudah perlahan diterapkan di banyak lembaga pendidikan. Yang jadi pertanyaan adalah dimana letak pendidikan yang seharusnya guna mencapai taraf internasional?
Selama ini kita mengenal secara umum bagaimana dunia dan wajah pendidikan kita mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Berawal dari tuntutan pendidikan yang semakin lama semakin meningkat maka beberapa waktu yang lampau ada beberapa lembaga pendidikan yang memfokuskan didikan mereka yang mampu dijadikan dalam pendidikan internasional. Namun sebelum itu perlu dipahami lebih dahulu apakah yang disebut sebagai pendidikan bertaraf internasional tersebut?
Pemahaman awam menilai bahwa beberapa kelas internasional di beberapa lembaga pendidikan menyuguhkan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi di kelas, selain itu adanya tenaga pengajar dari luar negeri serta beberapa fasilitas mendukung lainnya. Secara ilmu dan kurikulum masih banyak yang memeprtanyakan bagaimana cara kerja kelas internasioanl seperti ini.
Sempat santer terdengar bahwa tahun 2006 pemerintah dituntut menutup pendidikan berbasis internasional seperti ini karena dirasa kurang jelas arah dan sistemnya. Ada pendapat bahwa kerap siswa beserta orang tua/wali murid ditarik biaya berlebih dengan alasan menambah fasilitas pendidikan, padahal sebenarnya lembaga pendidikan kerap menyalahgunakan hal tersebut sebagai pengeruk keuntungan semata.
Namun selang beberapa saat pendidikan bertajuk internasional ini kembali dibahas karena tuntutan pendidikan dan dunia kerja secara global. Nyatanya bahwa perlahan tapi pasti bahasa inggris menjadi bahasa yang mau tidak mau harus dikuasai, wajar saja mengingat bahasa inggris selama ini adalah bahasa internasional guna berkomunikasi dengan bangsa lain. Namun sebenarnya tuntutan tidak hanya sebatas itu saja tetapi kualitas pendidikan secara utuh. Untuk menerapkan pendidikan dengan mutu tinggi maka baiknya dibarengi dengan kualitas pengajar serta fasilitas yang memadahi.
Sudah menjadi rahasia umum jika semua orang mengharapkan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih bermutu. Jadi adakah cara untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia sehingga mampu bersaing dengan pendidikan dunia? Tentu saja ada cara untuk mencapai hal tersebut yang antara lainnya harus dicapai dan diusahakan oleh semua pihak, misalnya:
  • Jangan menyepelekan pendidikan menengah bertaraf kejuruan karena melalui merekalah sebenarnya Indonesia dapat dianggap oleh bangsa lain.
  • Membentuk tenaga pengajar berkualitas mumpuni sehingga anak didiknya juga dapat ikut mencontoh gurunya. Yang dimaksud berkualitas tentu saja mencakup intelektual, moral dan spiritual.
  • Secara khusus mengadakan fasilitas penunjang proses belajar mengajar. Teknologi pun semakin berkembang misalnya saja pengadaan internet ke desa-desa terpencil menjadi sebuah solusi yang bagus guna mendekatkan dengan pengetahuan.
  • Buku adalah salah satu media pokok dalam menimba ilmu. Diperlukan budaya membaca dan bersahabat dengan buku jika ingin mencapai kualitas ilmu yang baik. Terdapat suatu peribahasa “jika ingin memusnahkan sebuah bangsa maka musnahkanlah buku buku mereka” yang artinya buku adalah jiwa bagi bangsa.

Saat sebuah bangsa dihadapkan dengan bagaimana cara bertahan hidup maka mau tidak mau harus mencari cara agar bertahan hidup. Pendidikan tak beda jauh dengan peluru, saat berperang maka dibutuhkan banyak peluru dan senjata guna melumpuhkan musuh di depan kita. Tentu saja pendidikan adalah alat yang vital untuk mencapai kemakmuran bagi semua rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Njawani; Filosofi Pedoman Perilaku

Filosofi Njawani dan Falsafah Jawa  - Diartikan sebagai orang Jawa yang hidup dengan nilai-nilai dan ajaran-ajaran leluhurnya. Banyak sekali orang yang berasal dari suku Jawa masih memakai tuntunan tersebut untuk bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain yang sesama suku ataupun berbeda budaya. Pedoman hidup untuk berperilaku, berpikir serta bagaimana cara untuk mencapai tujuan masyarakat Jawa pada umumnya diarahkan untuk tidak melukai sesama bahkan mengajak mereka untuk selaras.

7 Tokoh Terhebat Dalam Naruto Series

Dalam sebuah alur film, novel hingga komik (tak terkecuali Naruto) pastilah menyajikan unsur karakter sebagai tokoh dan watak untuk membawa maksud dari serangkaian jalan ceritanya. Pada dasarnya tokoh dan watak tersebut sengaja diciptakan menurut konsep dan garis takdir si penciptanya, namun dalam perkembangannya penggemar dapat dengan bebas menafsirkan siapa-siapa saja yang menurut mereka akan dikategorikan secara subjektif (di luar kehendak pengarang/plot). Tulisan ini (dengan segala keterbatasan) berusaha memaparkan sejumlah tokoh terhebat dalam Naruto series. Lho kenapa judulnya bukan 7 tokoh terkuat dalam komik Naruto? Karena dalam pemahaman saya mengenai seri Naruto ini, si pengarang dan penulis cerita berusaha untuk menunjukkan kehebatan sejumlah karakternya melalui watak, kekuatan dan kemasannya. Unsur kemasan watak dan karakter ini lah yang bagi saya menjadi daya tarik dan kekuatan utama dalam sebuah komik manapun. Langsung saja simak list berikut ini:

Kata Mutiara (Quotes) Terbaik Dalam Film Terkenal

Kata mutiara dalam sebuah film acapkali sengaja disematkan sebagai sarana penyampaian seni dan nilai-nilai kemanusiaannya. Bahwa menjadi penting ketika sebuah film mempunyai sebuah tuntunan hidup bagi para penontonnya. Tidak hanya sebagai hiburan saja, ratusan film yang telah kita tonton melalui dialog dan adegannya seringkali membekas serta berkesan di benak kita. Berikut beberapa kata mutiara (quotes) dari sejumlah film Barat ternama yang pernah hadir menghiasi pikiran penggemar: "Mereka mungkin mengambil hidup kita, tapi mereka tidak akan pernah mengambil kebebasan kita!" - Braveheart, 1995 "Nama saya adalah Maximus Decimus Meridius, komandan Pasukan Utara, Jenderal Legiun Felix, pelayan setia kaisar sejati, Marcus Aurelius. Ayah untuk anak laki-laki yang terbunuh, suami untuk istri yang terbunuh. Dan aku akan membalas dendamku, dalam kehidupan ini atau kehiduapn berikutnya" - Gladiator, 2000 "Aku tidak ingin bertahan, aku ingin hidup." - 12 Y...