About Me


Berpolitik Lewat Game Dota 2



Dota 2 adalah sebuah game online yang sangat populer dimainkan di hampir seluruh bagian negara di dunia, syaratnya punya koneksi internet cukup stabil. Bagi yang belum pernah memainkannya, Dota 2 merupakan game yang menuntut strategi, kerja sama, skill, hingga menejemen emosi. Sekarang, game milik Valve tersebut telah masuk dalam industri Electronic Sports (eSports) dengan hadiah kompetisi tahunannya yang sangat fantastis. Pada 2016 ini, turnamen internasional Dota 2 telah menyuguhkan total hadiah senilai uang senilai 20 juta dollar AS.

Karena Dota 2 adalah sebuah game, maka yang diharapkan dari permainan ini adalah hiburan. Memainkan game ini ternyata dapat menemukan sesuatu hal yang lain daripada ketika memainkan game seperti Zuma, Spider Solitaire dan sejenisnya. Dengan dukungan pemasaran, sponsor dan industri yang luar biasa, maka Dota 2 menjelma menjadi sebuah kekuatan media hiburan yang mampu memberikan interaksi antar pemainnya dan player dengan developer. Tak heran jika media sekelas ESPN juga kepincut untuk menyediakan portal khusus eSports. Sebagai catatan juga, permainan ini umum dimainkan di usia 15-30 tahun-an; dalam mode player versus player (bukan player versus program). Dalam sebuah industri eSports terdapat juga pemain profesional yang bisa disejajarkan dengan profesi atlet yang mana mereka juga mendapatkan honor/gaji dalam jangka waktu tertentu.

Ketika para gamers membicarakan seputar Dota 2, sosok game ini menjadi sosok jelmaan paling populer yang melebihi gembar gembor Pilkada DKI ataupun gonjang ganjing seputar politik dalam negeri. Beberapa faktor yang mampu memicu adanya unsur politik dalam Dota 2 adalah karena adanya varian interaksi komunikasi yang pada dasarnya dipengaruhi oleh sosial media ataupun media mainstream yang dikonsumsi oleh para playernya. Selain itu game strategi ini membutuhkan sebuah metode tertentu untuk berhasil mengalahkan lawan.

Berpolitik Terhadap Kawan Dengan Satu Pemahaman 
"Always be polite, especially to your teammates. People are less likely to listen to those who are rude". Begitulah kata-kata tips yang muncul di game ketika seorang pemain berada dalam waktu loading screen atau sebelum permainan dimulai. Layaknya sebuah permainan catur, Dota 2 adalah sebuah permainan dengan tempo yang tinggi dan menyita banyak energi. Setiap team dibagi atas 5 anggota pemain yang mana setiap game terdapat 2 team yang bertanding. Selain skill dan pengalaman, dibutuhkan juga kerja sama dan komunikasi antar pemain sehingga dapat mengesekusi lawan dengan prioritas dan pertimbangan tertentu.

Karena game ini umum dimainkan oleh banyak negara maka digunakanlah bahasa Inggris sebagai alat pemersatu gagasannya. Lebih menarik ketika mendapatkan teman satu team yang bebal, tidak dapat diajak kompromi, trashtalk dan cenderung menjerumuskan, maka player seperti ini secara alami akan dijauhi bahkan dianggap sebagi oposisi; seperti layaknya konstruksi berita politik sehari-hari bukan?

Bekerja Keras Demi Mendapatkan Tujuan
Tidak sedikit player yang merasa frustasi dan kesal saat memainkan game ini. Valve sebagai pemasarnya juga secara 'bijaksana' memberikan tips kepada para playernya untuk menyadarkan bahwa mereka sedang berada dalam dunia maya "-Remember to stand up and stretch between matches, -Remember: everyone has bad games. Everyone makes mistakes, -Remain calm. Remember: it's only a game". Justru dengan kata 'mutiara' tersebut, para player malah semakin gencar dan terpersuasi untuk duduk di depan layar monitor sembari mencari cara-cara untuk memperoleh kemenangan.

Dengan kata lain, ekspresi spontan seperti umpatan dan kata-kata keras yang terlontar dari para player adalah kemungkinan hal yang sudah diantisipasi oleh penyedia game ini. Kenyataannya bentuk komunikasi represif tersebut juga digunakan untuk mempengaruhi pemain lain yang dianggap tidak sepaham. Mirip seperti geliat politik ibukota?

Dota 2 Sebagai Rangkaian Sistem dan Tanda
Jika Indonesia punya Pancasila, UUD 45 dan berbagai aturan pidana lainnya maka Valve selaku penyedia layanan game ini juga membuat aturan untuk menciptakan kondisi yang baik. Perusahaan yang dipelopori oleh Gabe Newell ini menyematkan notifikasi berupa norma tulisan "Enjoyed playing with someone? Commend them by clicking on their name in the Scoreboard, accessed using the buttons on the left side of the Top Bar". Kabar baiknya jika anda merupakan player dengan reputasi yang baik maka kemungkinan akan mendapatkan rujukan dari pemain lainnya yang berupa angka statistik seberapa banyak mereka yang me-like akun anda.

Tapi sebaliknya, jika anda pemain yang mengacau dan rusuh akan dijauhi bahkan terkena banned sementara atau permanen dari pihak Valve; "You can mute rude players by going to the Scoreboard, accessed using the buttons on the left side of the Top Bar". Ini hanyalah sebagaian kecil dari sejumlah peraturan yang harus disepakati antara player dengan penyedia jasa. Jika ditarik dalam ranah yang lebih luas maka Dota 2 sudah layaknya sebuah negara yang mana Valve Corporation bertindak sebagai majelis dan pembentuk undang-undang.

Dalam setiap scene profesionalnya, selalu ada pemain yang akan dijadikan sebagai icon oleh para pemain non profesional. Biasanya ia yang menjadi icon dinilai dari seberapa baik permainan yang disuguhkan dan sejauh mana prestasi yang dicapai. Salah satu pemain pro scene Dota 2 yang populer dijadikan sebagai icon akhir-akhir ini bernama ID Puppey dengan nama asli Clement Ivanov (27 tahun) asal Estonia. Mengapa orang ini dijadikan sebagai panutan layaknya seorang presiden dalam dunia Dota 2? Karena fakta mengkuantitaskan pencapaiannya sebagai salah satu pemain profesional dengan gelar terbanyak, bahkan ia juga berhasil menjadi pemain yang mendirikan sebuah organisasi eSports bernama Team Secret dimana tidak banyak pemain yang mampu melakukannya.

Lantas apa hubungannya puppey dengan politik? Layaknya panggung politik pada umumnya, selalu menyediakan drama yang legit untuk dibahas sana sini dengan metode ini itu dan dengan sudut pandang yang 'gak penting tapi perlu'. Sedikit mengulas, mantan pemain satu timnya yang bernama Jacky Mao (25 tahun) baru-baru ini menjadi whistle blower dengan memaparkan kebobrokan Team Secret semasa menjadi tempat naungannya. Dalam blog pribadinya, Ia menyajikan fakta demi fakta bagaimana seorang Puppey dan menejemen teamnya tidak memberikan upah yang fair kepada dirinya bahkan disinyalir terdapat tindakan korupsi. Seorang Jacky Mao aka EternaLEnVy juga secara langsung menyerang sifat pribadi dari Puppey dengan sebuah rekaman video, menurutnya Puppey meruapkan seorang yang egois, pemalas dan tempramental.



Akibatnya para fans yang mengidolakan sosok Clement ini memilih untuk menyindir dan memberikan meme-meme yang mengandung sarkasme. Seperti biasanya, sebagian mereka yang mengkonsumsi informasi tersebut dengan sedikit logika dan emosional akan terpengaruh layaknya banjir informasi yang melanda di sosial media saat ini. Tanpa disadari, mereka telah ikut dan menjadi korban politik yang sebenarnya tidak tahu kemana tujuan akhir dari manuver tersebut.

Komentar

Posting Komentar

BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA?