About Me


Belajar Tidak Egois

Menjalani hidup memang bukan perkara mudah. Segala sesuatu akan menjadi lebih baik jika dimulai dari hal-hal positif yang dibangun dari dalam diri sendiri. Seringkali manusia sebagai makhluk individu kerap tidak peduli dengan keadaan sekitar serta keberadaan orang lain. Hal seperti inilah yang harus segera dirubah.
Beberapa keprihatinan muncul soal masalah kepedulian sosial. Kita tidak akan membicarakannya dalam ranah sosial dan budaya secara umum akan tetapi lebih kepada fungsi individu sendiri. Hidup memang selalu diwarnai oleh berbagai hal sehingga diperlukan pembatasan terhadap hal-hal buruk dalam diri dan salah satunya adalah egois. Ini mungkin berkaitan dengan mengapa kita sering ditinggalkan pasangan, dijauhi orang ataupun tidak bisa bergaul dengan baik.
Egois sendiri berarti adalah suatu sikap dan sifat terlalu memikirkan diri sendiri. Dalam dunia pekerjaan misalnya sikap egois hanya akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Selain itu dalam hidup berkeluarga perlu munculnya sikap saling memahami satu sama lain sehingga muncul keharmonisan. Singkatnya kita mampu mengatasi rasa egois dengan beberapa langkah seperti ini:

Yang menjadi dasar adalah kita sebagai manusia sampai kapanpun tidak akan pernah dapat hidup sendiri. Melalui asumsi tersebut maka sudah jelas jika kita akan membutuhkan keberadaan orang lain.
Berbuat baik untuk sesama
Berbuat baik memang tidak mudah. Untuk berbuat baik maka diperlukan motivasi positif yang sangat luar biasa dalam hal sekecil apapun. Dengan berbuat baik kepada orang lain maka suatu saat nanti kebaikan tersebut tidak akan sia-sia.
Rela berkorban
Pengorbanan adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Dalam beberapa tulisan dan argumen, pengorbanan mampu menembus serta merubah hal-hal yang negatif menjadi positif. Pengorbanan bisa dimulai dari hal yang paling kecil, sebagai contoh memberikan sedekah kepada pengemis. Sikap rela berkorban juga dapat diterapkan dalam segala sektor kehidupan.
Mencintai secara tulus
Sikap yang harus dibangun adalah jangan terlalu sering menilai orang karena dengan menilai seseorang kita tidak dapat mencintai mereka secara tulus. Mencintai bisa diartikan dengan menyadari serta berbuat baik kepada sesama dengan rasa yang tulus tanpa imbalan. Hal ini sangat penting dalam segala aspek kehidupan, misalnya saja dalam sekolah dan pekerjaan maka rasa mencintai akan menimbulkan sikap profesional dan semangat untuk terus berkarya.
Tidak terlalu menuntut
Seringkali manusia mempunyai harapan yang tidak ada habisnya. Keinginan harus disesuaikan dengan porsi dan kebutuhan. Mungkin sikap yang paling tepat adalah mencukupi kebutuhan kita yang paling mendasar. Sikap terlalu menuntut ternyata mampu menimbulkan tekanan psikis dan seakan tidak peduli dengan hal lainnya. Dengan kata lain kita sering dibutakan oleh keinginan kita yang kadangkala tidak terlalu penting.
Berusaha mengerti hal baik dari orang lain
Berpikir positif dan selalu menanggapi suatu hal sebagai suatu masukan yang membangun. Memahami orang lain memang tidak mudah namun perlu kebiasaan. Biasakanlah diri kita dengan membuka hati dan pikiran untuk orang lain lalu menyikapinya secara tepat dan cermat. Dalam urusan percintaan kadangkala malah menjadikan jebakan karena terlalu terbukanya diri kita untuk orang lain sehingga komitmen dalam suatu hubungan menjadi terbengkalai.

Perasaan egois memang muncul secara alamiah. Namun perlu diingat bahwa sikap egois tidak sama dengan privacy bahkan egosi lebih cenderung kepada sikap tidak peduli. Maka seperti sikap seorang ibu terhadap anaknya yang selalu mengalah, melindungi dan memberi tanpa balas jasa menjadi contoh yang sangat nyata untuk diri kita.

Komentar