About Me


Belajar Dari Komik Naruto

Keluarga Naruto

Sore itu saya bertemu dengan teman lama, kala itu ia menceritakan pengalaman bagaimana rasanya punya anak pertama. Tak disangka, pembicaraan tersebut berlanjut hingga ke topik manga Naruto. Bisa diterka bahwa cerita kami bernuansa nostalgia, bagaimana awal mula serial naruto dicicipi semasa 2004-2005 silam hingga sang pengarang memutuskan mengakhiri ceritanya di 2015. Sesaat teman saya bertanya, "anak kecil sekarang baiknya dikasih tontonan apa ya? atau baca apa?"


Secara spontan saya menjawab "lha kasih Naruto aja, atau Avatar The Last Air Bender mungkin" sembari tersenyum dengan pede nya. Setelah kami sama-sama mengucapkan salam perpisahan, dalam benak saya masih terngiang; manga naruto ternyata mampu membekas kepada penggemarnya tak terkecuali mereka yang sudah mendekati umur kepala 3. Bagaimana bisa? Seiring tulisan ini saya berusaha mencari jawabannya. Bagi yang belum pernah baca manga ini baiknya memang baca dulu, ini bukan promosi lho!!! :D

Bagi para penikmat dan penggemar komik/manga Naruto ini tentunya sudah tidak asing dengan banyak karakter yang disajikan oleh seorang Masashi Kishimoto sang pengarang. Jurus-jurusnya pun mungkin kalian hapal bahkan jika disuruh untuk menyebutkan adegan pada chapter berapa bisa saja ingat. Sayangnya saya tidak se fanatik itu, namun ada beberapa aspek yang saya ingat jelas bagaimana Naruto ini mampu menghiasi pengalaman tumbuh kembang mental seseorang.

Serial Naruto Diterjemahkan Dalam Banyak Bahasa
Seingat saya serial Naruto yang berasal dari Jepang ini ditermahkan dalam beberapa bahasa seperti Inggris, Indonesia, Spanyol serta kemungkinan bahasa lainnya yang saya tidak tahu. Dalam hal ini bahasa adalah media dan sarana penyampaian pesan yang sangat mendasar untuk membentuk konsep yang lebih besar. Tentu saja dongeng tentang naruto ini telah berskala dunia layaknya kisah Middle Earth dalam serial Lord of The Rings.

Direproduksi Dalam Bentuk Film
Sebuah film dapat dikemas dalam bentuk DVD, video di Youtube ataupun disajikan melalui bioskop. Hal ini berhubungan erat dengan aspek marketing dan distribusi secara masif yang menurut perkiraan saya telah menghujam pasar kartun remaja tepat pada jantungnya. Seperti diketahui, film naruto dapat diakses melalui online ataupun toko DVD terdekat anda.


BELAJAR DARI NILAI CERITA NARUTO
Bagi saya karakter bernama Naruto ini merupakan tokoh hiperbolis yang memanfaatkan harapan manusia untuk memperoleh cita-citanya. Dalam kenyataannya tokoh Naruto ini jarang sekali ditemui bahkan nyaris mustahil. Ia adalah seorang ninja yang ingin mewujudkan perdamaian dunia dengan membangun sebuah sistem yang sangat bersahabat serta dibentuk dari orang-orang berdedikasi yang ada di sekelilingnya. Secara prinsip, si Naruto ini adalah orang yang paling kuat saat di eranya dengan mempunyai ciri khas karakter sebagai seorang optimis, pengampun, ceria, pekerja keras, sedikit liar dan sering kurang pertimbangan. Ini bukan karakter biasa karena dalam manga ini Naruto dilahirkan sebagai seorang yatim piatu, anda terkejut?

Perlu diingat, sang pengarang sengaja meramu karakter Naruto ini secara utuh sebagai sosok yang kharismatik, solid dan adil. Inilah yang menjadi pertimbangan saya kenapa manga Naruto menjadi salah satu media hiburan sekaligus bacaan yang lumayan baik untuk perkembangan anak usia belasan. Dalam bidang yang lebih luas, komik ini dapat ditarik keluar sebagai sebuah ideologi relatif, maksudnya adalah bagaimana kelemahan seseorang dapat ditambal dengan sebuah kerja keras. Selain itu mengajarkan bagaimana kekuatan digunakan untuk mengatur bukan menindas.
Naruto

Hal paling menarik dari rangkaian cerita ini sebenarnya mengenai perang ideologi dimana banyak orang masing-masing mempunyai standar tujuan bagaimana mereka hidup. Melalui Naruto ini setidaknya mencerahkan bahwa untuk mencapai sebuah negara yang harmonis diperlukan kebaikan-kebaikan tertentu. Latar belakang desa dari cerita ini juga menurut saya unik karena dapat memancing sifat gotong royong yang sudah jarang sekali ditemukan dalam cerita-cerita sinetron labil dalam negri.


Dari Generasi Ke Generasi
Dalam komik ini pula sang pengarang menyelipkan sebuah tuntunan yang tidak mengecewakan. Seorang kakek akan menurunkan ilmu kepada anak, cucu hingga cicitnya bahkan sifat secara genetika nya pun dapat terwariskan. Naruto ini adalah karakter yang lahir dengan warisan kekuatan yang berjibun dari leluhurnya namun unik karena ia adalah satu-satunya orang yang revolusioner. Ketika para pendahulunya tidak mampu menciptakan perdamaian dunia karena banyak alasan, ia berusaha mewujudkannya dengan melibatkan teman-teman terdekatnya bahkan mereka yang sudah pernah mengkhianatinya. Esensinya adalah kemenangan tidak akan menjadi apa-apa jika tanpa perbaikan. Lucunya ini sedang terjadi di Era Jokowi yang disebut program "revolusi mental". Apakah saya terlalu berlebihan??


Jadi mungkin untuk para orang tua yang sedang kebingungan untuk membatasi konsumsi hiburan pada anak-anaknya maka  diperlukan juga pemahaman sejauh mana media hiburan tersebut bekerja. Ada baiknya tidak hanya membatasi tapi juga memberikan rujukan sekaligus pemahaman bagaimana pengalaman muda anda, bagaimana kita hidup dalam sebuah dunia hiburan tak terbatas namun menginginkan norma sebagai batasannya. Akhir kata, Naruto salah satu hiburan yang pernah tepat bagi anda ataupun anak anda, ia pun yang berangkat dari anak kesepian (yatim piatu) akhirnya menjadi seorang pemimpin yang mempunyai 2 orang anak (1 laki-laki 1 perempuan) dengan istri yang cantik dan keibuan. Keluarga idaman bukan??

Komentar

  1. setelah membaca kalimat revolusi mental, saya malah tidak kepikiran sampai kesitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini saya juga mengaitkan hal yang saya rasa relevan

      Hapus
  2. sekarang udah lanjut ke Boruto anak si Naruto, kira-kira gimana ya ceritanya?

    BalasHapus

Posting Komentar

BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA?