About Me


Fenomena Dangdut Tanah Air



Dangdut adalah fenomena - bagi saya definisi tersebut menjelaskan banyak hal bagaimana dangdut dikatakan sebagai sebuah musik dan hasil budaya. Kenyataan bahwa dangdut dikenal sebagai penggerak massa seakan memaksanya untuk dekat dengan kalangan masyarakat berikut aspek sosialnya. Berangkat dari sini, stigma dangdut sebagai musik kalangan bawah sudah terlanjur terbentuk walaupun beberapa penggiat dangdut berusaha untuk menepis bahkan meyakinkan bahwa asumsi tersebut tidak benar. Di luar itu ada sesuatu yang cukup menarik, seiring berjalannya waktu dangdut mampu menjelma menjadi sebuah ideologi bahkan tanda nyata di tengah gejala sosial.

Jadi pertama-tama saya akan menggunakan "mantra" umum. Seperti yang sudah-sudah banyak yang menghantarkan genre ini sebagai dangdut is the music of my country dengan keyakinan bahwa dangdut adalah musik asli Indonesia. Istilah tersebut ada benarnya karena dangdut memang berasal dari kata dang (pelafalan dari gendang) dan dut (bunyi gendang saat dipukul). Definisi kecil tersebut mampu menjelaskan bahwa instrumen gendang/kendang menjadi alat musik vital sebagai ciri khasnya. Lama kelamaan muncul aliran dangdut koplo, didefenisikan dangdut berirama lebih nge-beat dan dapat memabukkan pendengarnya (kata koplo konon berasal dari efek mengkonsusmsi pil koplo). Seiring dengan berkembangnya musik lain dan juga teknologi, muncul aliran-aliran dangdut baru seperti: housedut (musik house campur dangdut), rockdut, popdut atau apapun itu.


Dangdut Sebagai Sarana Penyampaian Pesan
Menarik ketika dangdut dapat dijadikan sebagai sarana penyampaian pesan. Rhoma Irama adalah satu dari seniman dangdut yang diyakini memakai dangdut guna sarana dakwah dan persuasi. Menurut Rhoma Irama kita tidak boleh begadang jika tidak ada perlunya. Menurutnya juga judi itu adalah perbuatan yang menyesatkan.

Di luar itu perkembangan teknologi digital dan internet ternyata turut andil dalam membentuk dangdut modern. Masih ingatkah dengan meme dan hashtag "dear mantan"? karena saking hitsnya mampu dikemas menjadi sebuah lagu dangdut yang akhirnya dibawakan oleh iMeyMey. Intinya penyanyi cantik tersebut mengajak pendengarnya untuk meminta maaf pada mantannya sekaligus membuat menyesal karena ibarat telah melepas seorang perempuan cantik layaknya iMeyMey. Dikesempatan lain Melanie Mooi lebih memilih untuk mengajak para perempuan mencari calon suami yang kaya raya dengan lagunya yang berjudul Cumi Rebus (Calon Suami Rekening Bagus). Nah disini pesan mulai bekerja, misal perempuan secantik Melanie ini punya potensi untuk menggaet seorang pria idaman (kaya dan ganteng).

Memanfaatkan Kecantikan Seorang Biduan
Salah satu faktor mengapa dangdut mempunyai daya tarik tersendiri adalah karena kecantikan si penyanyi, mulai dari sinilah kegiatan per-saweran berpotensi dimulai. Pernahkan melihat seorang penyanyi dangdut laki-laki disawer? Bahkan untuk menarik perhatian para penggemarnya yang mayoritas laki-laki, sang biduan panggung terpaksa menyuguhkan goyangan-goyangan penghibur dalam aksi panggungnya. Tentunya beberapa pihak yang menyalahgunakan pertunjukkan ini juga mengenakan kostum seksi serta melakukan kegiatan erotis lainnya.

Ketika seorang biduan cantik menyanyi, satu dan lain hal, dangdut ibarat seorang SPG cantik yang sedang menawarkan produknya. Mereka sama-sama berusaha mengajak dan meyakinkan apa yang mereka sampaikan dengan peragaan-peragaan tertentu yang mana memanfaatkan pemahaan dari sang audience, tidak ada garansi namun mempengaruhi. Anda para pria bisa jadi merasa enggan untuk ditegur oleh ibu atau istri anda agar jangan pulang larut malam. Tapi coba bayangkan jika seorang Cita Citata orang terdekat anda yang menegur dengan intonasi manizh manjah nyah "mas jangan pulang malam yah?" Masih pengen pulang malam?

Identik Dengan Kontroversi
Inul Daratista dengan goyang ngebornya, karena saking fenomenalnya sehingga banyak orang mengetahui bagaimana dangdut menjadi hal yang sangat panas untuk dibicarakan. Beberpa pihak menilai goyang ngebor Inul mampu menarik syahwat seseorang, erotis dan tidak etis. Akibatnya mucul pro kontra atas nama kelompok yang melibatkan beberapa politisi hingga pejabat pemerintah yang menyumbangkan opini dan sikap mereka. Jadi mungkin saja jika tanpa kontroversi, Inul yang sekarang juga sudah tidak ada. Ciri khas goyang ini juga turut menghantarkan seorang Uut Permata Sari dengan goyang gergajinya menjadi salah satu fenomena dangdut terkenal. Guna meyakinkan ciri khas ini, seorang Nuri Melani pun membawakan lagu berjudul Gak Bisa Joget dimana dalam liriknya ia meyakini tidak bisa joget, bisanya goyang.

Bisa Jadi Ideologi Pemersatu?
Dangdut seringkali diidentikkan dengan masyarakat kecil, bagaimana memperoleh hak-hak mereka dalam berkespresi dan menikmati setiap detik kehidupan. Dangdut juga ditengarai rawan untuk ditunggangi kepentingan politik/kampanye politik karena jumlah massa nya yang relatif besar. Dengan modal jumlah penggemar yang sebanyak itu, dangdut punya potensi sebagai wadah untuk menyatukan perbedaan bahkan mungkin mampu untuk melakukan perlawanan-perlawanan dan kontrol terhadap pemerintahan.

Dalam hal ini sebagai contoh video klip dangdut elektronika milik Libertaria berjudul Kewer-Kewer diagendakan sebagai dangdut yang mampu merengkuh penggemarnya dalam konsep sosial yang makro. Bagaimana dangdut ditujukan untuk kalangan ekonomi menengah ke atas guna diajak untuk memahami sesamanya yang berada di bawah mereka.Sekilas digambarkan bagaimana masyarakat kecil yang hidupnya tergatung dari hasil alam (buah-buahan, sayuran, hewan peliharaan.ternak) merasa terhimpit di tengah kebijakan politik yang tak bijak, kondisi ekonomi yang tak menentu dan gejolak sosial yang tidak begitu mereka pahami.


Maka dangdut adalah sebuah musik sekaligus fenomena sosial yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cap seronok yang sudah disandang dangdut barangkali karena dipakai secara kebablasan oleh beberapa pihak guna meraup rupiah.

Ketika sebuah agensi iklan memutar otaknya bagaimana mempersuasi audience untuk memahami produknya, dangdut sudah jauh lebih dulu bekerja dengan cara uniknya. Saat marketing beraksi menawarkan produknya dengan iming-imingnya, dangdut pun sudah melakukan hal yang kurang lebih sama walau tidak ada jaminan, efek dangdut bekerja langsung pada manusianya.

Komentar

  1. tulisannya tidak panjang dan sangat menarik

    BalasHapus

Posting Komentar

BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA?